METODE
PERUMPAMAAN (IF)
Kita setiap saat dihadapkan pada pilihan, dari
pilihan-pilihan yang ada, anda harus mengambil keputusan. Hal ini juga berlaku
untuk program computer.misalnya, jika nilai ujian kurang dari 50, berarti gagal
dan jika nilainya lebih dari 50, berarti lulus. Excel VBA juga memungkinkan
anda untuk membuat keputusan dengan perintah pemilih yang diperlukan sehingga kode
VBA menjadi lebih fleksibel.
Dalam bab ini, anda akan belajar berbagai perintah
pemilihan diantaranya pernyataan lf, fungsi lif, dan pernyataan Select Case.
o Menggunakan pernyataan IF
Pernyataan If adalah pernyataan logis (conditional test) yang
menghasilkan nilai True dan False. Tes logika dapat berupa nilai, ekspresi,
fungsi, atau property objek yang mengembalikan nilai True atau False dengan
menggunakan operator logika(<,>,<=,>=,=,<>,Not).
Operator
Perbandingan
|
Keterangan
|
= (sama dengan)
|
if(a=b) menghasilkan TRUE kalu nilai a
dan b sama.
|
<
>(tidak sama dengan)
|
if (a <>n) menghasilkan TRUE
kalu nilai a dan b tidak sama.
|
>(lebih
besar)
|
5 > 3 menghasilkan TRUE. 3 > 5
menghasilkan false.
|
<(lebih kecil)
|
5 < 3 menghasilkan FALSE. 3 < 5
menghasilkan true.
|
>=(lebih besar atau sama dengan)
|
5 >=5 menghasilkan TRUE.
|
<=(lebih kecil atau sama dengan)
|
<=5 menghasilkan TRUE
|
Pengguna
IF Tunggal
Pernyataan If yang sederhana hanya terdiri dari evaluasi atas
kondisi tunggal dalam bentuk berikut.
Sintaks
Contoh ;
Pernyataan If berikut
ini mengevakuasi jika nilai dalam variable a kurang dari nilai dalam variable
b. dan jika benar, maka akan menampilkan pesan “Nilai a<b” di jendela
Immediate.
Hasil :
Contoh :
Macro berikut menerima input untuk nilai UAS dan
mengevaluasi jika nilai UAS lebih dari 50. Jika kondisi benar, maka akan
menampilkan pesan, “Lulus UAS” dijendela Immediate
Hasil
:
Penggunaan IF
Majemuk/Bersarang
Pernyataan If yang majemuk/bersarang dapat lebih
dari satu kondisi yang perlu dievaluasi dan dijalankan sesuai urutan kondisi
logisnya, seperti bentuk berikut.
Sintaks
Contoh
:
Pernyataan IF majemuk berikut mengevaluasi jika nilai UAS lebih dari 50 dan kemudian menampilkan pesan yang bersangkutan.
Hasil :
Contoh :
Pernyataan If majemuk berikut mengevaluasi jika
input pengguna kurang dari nol, lebih dari nol, atau memiliki nilai nol itu
sendiri.
Hasil :
Contoh :
Macro berikut akan
menghitung nilai akhir ujian berdasarkan rumus, nilai akhir = (60% x nilai UAS)
+ (40% x nilai UTS) dan mengkonvermasi nilai numeric ke nilai abjad dengan
ketentuan :
1)
Apabila nilai
akhir >=80 sama dengan A,
2)
Nilai akhir
<80>=70 sama dengan B,
3)
Nilai akhir
<70>=50 sama dengan C
4)
Nilai akhir
<50>=30 sama dengan D, dan
5)
Apabila nilai
akhir <30, sama dengan nilai abjad E.
Contoh :
Macro berikut
akan menerima 3 angka dan kemudian menampilkan angka yang terbesar.
Hasil :
Dalam
contoh di atas, anda menggunakan senuah operator logika yaitu AND yang
digunakan untuk melakukan tes logis pada dua kondisi.
Operator
Logical
|
Keterangan
|
AND
|
Logical
AND akan menghasilkan TRUE apabila nilai kedua operand adalah TRUE.
|
OR
|
Logical
OR akan menghasilkan TRUE apabila nilai salah satu operand adalah TRUE atau
nilai kedua operand adalah TRUE.
|
NOT
|
Logical
NOT akan menghasilkan negasi (kebaikan)dari nilai sebelumnya.
|
Penggunaan Fungsi If
Jika
anda hanya mengevaluasi kondisi sederhana, anda dapat menggunakan fungsi IIF
yang akan mengemballikan salah satu dari dua bangian, tergantung pada evaluasi
ekspresi seperi berikut.
Sintaks
Kondisi merupakan bagian yang akan dievaluasi dan
akan menghasilkan nilai berupa tipe Boolean (True/False). Apabila hasil itu
berupa True, maka nilaiTrue akan diambil dan nilaiFalse akan diambil jika
kondisinya menghasilkan False.
Contoh :
Macro berikut menerima input user dan mengevaluasi
kondisi sederhana (input yang diterima adalah L/P) dan kemudian menampilkan
jenis kelamin sesuai dengan input yang diterima.
Hasil :
o
Menggunakan
pernyataan Select Case
Pernyataan ini merupakan cara alternative untuk menulis
pernyataan logis dan cocok digunakan untuk mengevaluasi beberapa kondisi. Cara
ini dianggap lebih cepat dari pada pernyataan If dan lebih mudah untuk menulis
dan memahami. Nilai case adalah nilai tes secara logis terhadap ekspresi untuk
nilai True. Evaluasi itu dijalankan sampai kebagan akhir dri daftar hingga
menemukan nilai True dan menggunakan Case Else sebagai pilihan untuk False.
Sintaks
Contoh
:
Macro berikut menerima input user (1-7) untuk menemukan hari tertentu. Misalnya, jka input yang diterima adalah 1, macro ini akan menampilkan hari “Senin”, nomor lain selain 1-7 akan menampilkan pesan, “Tidak ada hari ke-“.
Hasil :
Contoh :
Anda dapat menggunakan beberapa ekspresi atau rentang dalam setiap klausul CASE seperti yang ditunjukan dalam macro berikut.
Hasil :
Contoh :
Buatlah satu macro yang menentukan
suatu bulan tertentu termasuk dalam
caturwulan yang keberapa. Misalnya Januari-April akan masuk dalam
Caturwulan I, Mei-Agustus masuk dalam caturwulan II, September-Desember masuk
dalam Caturwulan III.
o
Menggabungkan IF dan Select Case
Buat satu macro yang dapat membaca tngkat
jabatan pengawai, gaji pokok, lalu menghitung gaji bersih yang diterima sebuah
dipotong pajak sesuai dengan tabel berikut. Gaji kotor dihitung berdasarkan
rumus, gaji kotor = gaji pokok + tunjangan jabatan + tunjangan transportasi
sedangakan gaji bersih = gaji kotor – pajak.
Tingkat Jabatan
|
Tunjangan Jabatan ($)
|
Tunjangan
Transportasi ($)
|
1
|
1,000
|
500
|
2
|
750
|
200
|
3
|
500
|
100
|
4
|
250
|
0
|
Gaji Kotor Diterima
|
Pajak Berlaku
|
<=2,000
|
0
|
2,000< gaji
kotor<=4,000
|
3%
|
4,000<gaji
kotor<=5,000
|
5%
|
Gaji
kotor>5,000
|
6%
|
Hasil :
~ S E M O G A B E R M A N F A A T~




























Comments
Post a Comment